Ide itu datang dari temen-temen yang sudah ngungsi jauh dari kota kesayangan Yogyakarta, ada yang di Malaysia, Jakarta dan lain-lain. Akibat dari ketemuan mereka di Blok M. Bulan Desember yang ditunggu itu pun tiba, base camp Jakarta ngontak base came Jogja yang digawangi Mas Agus dan Mas Arif Ripai serta turun gunungnya base camp Jakarta yang tidak kalah gesitnya_Mbak Nita yang dibantu Mbak Elmi (jago main kasti lho waktu SD) untuk mencatat anggota alumni SD Purwo 1 lulusan angkatan 1980, yang sampai ngubek-ubek pasar bering harjo hanya untuk mencari sumpel bom (hehehe sori yo mbak ikah).
Angkatan masuk 1974 dan keluar 1980 ini memang unik kok...notabene angkatan paling mbeling, yang pernah membuat guru-guru nangis (guru agama, Pak Sugeng sendiri mbrebes mili tidak mau ngajar karena kelas kayak pasar mbering harjo).
Jagonya ndoglas neng nggone Pak Bon, mulai dari makan mie, dondong dan ngambil krupuk (makan mau tapi mbayar gak mau)...mbok saiki kalo sudah pada punya rejeki dibayar le pada ndoglas. Ada juga yang kencing di sumur. Wah, pokoke komplit kok.
Dulu ada ada saja ya waktu kita masih jab jingin, mosok masih kelas 6 SD, yang cewek udah mengenal lawan jenis...pada pacaran sama anak SMP tetangga sebelah. Bahkan sampai ada acara cemburu segala. Yah, primadona kelas waktu itu (hmm, siapa ya?!). Unik kan angkatan kita ini. Ini hanya untuk membangkitkan kenangan masa lalu ya, bukan untuk membongkar borok. Kan nama tidak disebut...yang ngerasa aja pasti kukur-kukur endas! Hehehe...
Awal perjumpaan reuni ternyata berliku-liku. Ada yang sudah oke mau ikut, tiba-tiba mlethas ngilang tidak tanggung jawab. Ada pula yang tadinya tidak bisa ikut kalo reuni tanggal 28 Desember 2009, eh, diundur tanggal 30 Desember 2009, akhirnya bisa iku. Ada juga yang niat ikut, tapi masuk rumah sakit (mohon doa kesembuhan buat Mas Fais). Juga karena kesibukan pekerjaan jadi gak bisa datang. Bahkan sempat online dari Batam ke tempat reuni via tele-konfren (halo Mas Nahar...kata temen-temen habis kecemplung minyak jadi kayak orang londo jowo).
Mohon doa untuk almarhum Nurhaq Adliyani rekan kita yang sudah lebih dulu dipanggil Allah SWT pada 1989.
Jumat, 01 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kenangan yang tak bisa dihapus dan dilupakan
BalasHapusdari situ awal langkah kecil kita yang orang tidak menyangka sekarang ini jadi apa dan siapa
selanjutnya kita. Karena aku mengalami dua periode sebelumnya jadinya paling tua mungkin, semangat dan sukses untuk semuanya